Brigadir (Polisi) Satu Eka Frestya adalah salah satu duta Kepolisian RI dalam menjalankan tugas mendekatkan korps dengan masyarakat. Melalui televisi, ia dan sejumlah rekannya kerap tampil menyampaikan informasi lalu lintas.
Paras manis Eka membuat wajahnya mudah diingat orang. Keayuan perempuan 23 tahun itu dilengkapi pula dengan, menurut pengakuan dia, keberanian dan kesukaan pada tantangan.
Yahoo! Indonesia mewawancarai Eka Frestya di kantor National Traffic Management Center Kepolisian Republik Indonesia, Jl MT Haryono, Jakarta Timur, beberapa waktu lalu. Ia bercerita dari alasannya menjadi polisi hingga tipe cowok impiannya.
Yahoo! Indonesia (Y!): Kenapa Anda mau menjadi polisi?
Eka Frestya: Jadi polisi itu seru. Ada banyak tantangan, dan pekerjaannya pun nggak monoton. Bisa ke sana ke sini juga.
Y!: Apa pengalaman yang paling seru selama menjadi polisi?
Eka: Menangkap penjahat (tersenyum).
Y!: Wow! Bisa cerita seperti apa ketika itu?
Eka: Waktu itu saya bertugas di Kepolisian Resor Bandara Soekarno-Hatta. Kami memang bekerjasama dengan Bea Cukai. Ada laporan, ada TO (Target Operasi—red), lalu kita selidiki. Kemudian didapati ada barang yang dicurigai sebagai narkotika. Lalu kita tangkap saat itu.
Y!: Sebelum di NTMC, Anda sudah pernah bertugas di mana saja?
Eka: Setelah dilantik tahun 2006, saya bertugas di Polda Metro Jaya. Di Direktorat Samapta untuk patroli kendaraan roda empat. Lalu di Polres Bandara, pertama saya dinas di pospol terminal 3 menangani masalah TKI. Kemudian pindah ke pariwisata, pindah lagi ke protokol pejabat Polri dan bagian narkoba. Barulah ke Ditlantas Polda Metro Jaya.
Y!: Kalau boleh memilih, ingin ditugaskan di kesatuan mana lagi selain lalu lintas?
Eka: Kalau disuruh memilih yah, maunya sih di Krimsus (Direktorat Reserse Kriminal Khusus—menangani kejahatan ekonomi dan cyber) atau mau di (Direktorat) Narkoba.
Y!: Kenapa Anda memilih kesatuan yang terkesan penuh dengan kekerasan?
Eka: Saya suka tantangan. Saya juga nggak takut, karena mental kita kan sudah dilatih. Saya memang menikmati bertugas di lapangan.
Y!: Semenjak menjadi presenter di Metro TV, merasa menjadi pusat perhatian ketika jalan di tempat umum, di mal misalnya?
Eka: Kalau saya nggak ya. Karena kalau jalan-jalan kan nggak pakai seragam. Mungkin masyarakat nggak ngeuh.
Y!: Pacar bagaimana menanggapi Anda menjadi presenter TV?
Eka: Saya belum punya pacar lhooo (tertawa).
Y!: Oh, jadi belum punya pacar. Tapi ada yang mendekati, dong?
Eka: Kalau yang PDKT ada sih. Lihat aja, kalau nggak sreg yah kita hanya berteman saja. Nggak ada salahnya kan berteman dulu.
Y!: Cowok impian Briptu Eka yang seperti apa sih?
Eka: Cowok yang baik dan yang bertanggung jawab.
Y!: Hobinya apa jika sedang tidak bertugas?
Eka: Saya senang naik gunung, main jestki juga. Saya biasanya seminggu sekali main jetski.
Y!: Kalau tidak menjadi polisi, ingin memilih profesi apa?
Eka: Saya mau jadi model (tertawa)!
Y!: Sudah ada yang menawarkan untuk menjadi model, main sinetron atau MC?
Eka: Belum ada sih. Kalau ada pun, untuk menunjang tugas nggak apa-apa. Tapi kalau di luar dinas harus izin dengan pimpinan.
_______________
Nama: Eka Frestya
Lahir: 15 Juli
Karier: Dilantik menjadi Polwan pada 2006 dan kini bertugas di Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya
Sabtu, 23 April 2011
Namun, bagi seorang juru bicara, berkelit dari wartawan adalah hal sepele. Selama bisa “berdiplomasi” rahasia macam apapun bisa tertutup rapat. Juru bicara Presiden SBY, Julian Aldrin Pasha misalnya, dikenal mampu berkelit meskipun seribu jurus sudah dikeluarkan wartawan untuk mengorek informasi darinya.
Sebagai juru bicara, Julian tentu termasuk salah satu dari sekian banyak orang dekat Presiden yang mengetahui apa saja yang terjadi dengan bosnya. Termasuk soal rencana pernikahan Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas dengan Siti Ruby Aliya Rajasa. SBY dan Hatta Rajasa dikabarkan segera besanan karena kedua anak mereka sudah siap naik pelaminan.
Wartawan sangat penasaran ingin tahun perkembangan yang terjadi seputar rencana itu . Ketika bertemu di Bina Graha di kompoleks Istana Presiden, Rabu (20/4/2011), Julian langsung dicecar wartawan soal besanan itu. Terutama soal kabar pertemuan keluarga SBY dan keluarga Hatta di Istana Cipanas Minggu (17/4/2011). Entah karena belum mendapat lampu hijau dari Presiden atau memang masalah itu masih confidential alias rahasia, Julian tutup mulut.
Namun, bukan “no comment” yang meluncur dari mulutnya seperti biasa disampaikan kebanyakan pejabat bila tak tahu harus menjawab apa. Ia lantas memainkan jurus komunikasi jitu, yakni tidak membantah tidak pula mengiyakan.
“Pak, bagaimana kelanjutan ‘koalisi’ SBY dengan Hatta?” tanya wartawan.
Julian tahu yang dimaksud koalisi itu adalah besanan. Ia pun menjawab sambil tertawa. "Ha..ha..ha.. baik-baik saja. Saya kira sebaiknya kita ikuti dan mendoakan saja. Bapak Hatta sebagai Menko Perekonomian juga melaporkan kinerja perekonomian kita yang terkait dengan bidangnya. Hubungan personal pribadi beliau, Pak hatta dengan Presiden sangat baik," ujar Julian.
Tak mendapatkan apa yang dinginkan, wartawan terang-terangan bertanya, apakah SBY dan Hatta membicarakan soal pernikahan putra-putri mereka. Julian tak kehabisan akal, ia pun menjawab. "Membicarakan banyak hal," kilah Julian tanpa menyebutkan hal yang dimaksud.
Satu per satu jurus bertanya wartawan meluncur silih berganti, namun Julian tetap kokoh dengan mulut rapatnya. Wartawan pun putus asa hingga terpaksa mengalihkan pembicaraan. Topik yang dibahas kemudian soal pelesiran anggota DPR ke luar negeri di saat Presiden mengkampanyekan penghematan anggaran.
Kalau soal ini, mulut Julian terbuka lebar. Maklum saja, persoalan ini terbilang klasik alias terjadi berulang-ulang setiap tahun dan tak ada yang berbeda. [tjs]
Sebagai juru bicara, Julian tentu termasuk salah satu dari sekian banyak orang dekat Presiden yang mengetahui apa saja yang terjadi dengan bosnya. Termasuk soal rencana pernikahan Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas dengan Siti Ruby Aliya Rajasa. SBY dan Hatta Rajasa dikabarkan segera besanan karena kedua anak mereka sudah siap naik pelaminan.
Wartawan sangat penasaran ingin tahun perkembangan yang terjadi seputar rencana itu . Ketika bertemu di Bina Graha di kompoleks Istana Presiden, Rabu (20/4/2011), Julian langsung dicecar wartawan soal besanan itu. Terutama soal kabar pertemuan keluarga SBY dan keluarga Hatta di Istana Cipanas Minggu (17/4/2011). Entah karena belum mendapat lampu hijau dari Presiden atau memang masalah itu masih confidential alias rahasia, Julian tutup mulut.
Namun, bukan “no comment” yang meluncur dari mulutnya seperti biasa disampaikan kebanyakan pejabat bila tak tahu harus menjawab apa. Ia lantas memainkan jurus komunikasi jitu, yakni tidak membantah tidak pula mengiyakan.
“Pak, bagaimana kelanjutan ‘koalisi’ SBY dengan Hatta?” tanya wartawan.
Julian tahu yang dimaksud koalisi itu adalah besanan. Ia pun menjawab sambil tertawa. "Ha..ha..ha.. baik-baik saja. Saya kira sebaiknya kita ikuti dan mendoakan saja. Bapak Hatta sebagai Menko Perekonomian juga melaporkan kinerja perekonomian kita yang terkait dengan bidangnya. Hubungan personal pribadi beliau, Pak hatta dengan Presiden sangat baik," ujar Julian.
Tak mendapatkan apa yang dinginkan, wartawan terang-terangan bertanya, apakah SBY dan Hatta membicarakan soal pernikahan putra-putri mereka. Julian tak kehabisan akal, ia pun menjawab. "Membicarakan banyak hal," kilah Julian tanpa menyebutkan hal yang dimaksud.
Satu per satu jurus bertanya wartawan meluncur silih berganti, namun Julian tetap kokoh dengan mulut rapatnya. Wartawan pun putus asa hingga terpaksa mengalihkan pembicaraan. Topik yang dibahas kemudian soal pelesiran anggota DPR ke luar negeri di saat Presiden mengkampanyekan penghematan anggaran.
Kalau soal ini, mulut Julian terbuka lebar. Maklum saja, persoalan ini terbilang klasik alias terjadi berulang-ulang setiap tahun dan tak ada yang berbeda. [tjs]
Senin, 04 April 2011
Aloevera, Potensi Unggulan Lain Kota Depok
Kota Depok identik dengan buah belimbing, karena belimbing dewa telah menjadi ikon kota tersebut. Disisi lain, ada sebuah potensi unggulan Kota Depok yang mempunyai prospek cerah di masa mendatang, yakni Aloevera atau sering disebut lidah buaya.
Tanaman Aloe vera/lidah buaya, umumnya dikenal oleh masyarakat luas hanya sebagai solusi penyubur rambut. Tanaman ini berasal dari daerah kering di benua Afrika. Khasiat tanaman ini sudah dikenal sejak ribuan tahun yang lalu.
Tanaman lidah buaya saat ini sedang dikembangkan di seluruh dunia sebagai tanaman obat dan bahan baku industri. Ada sekitar 200 jenis, tetapi yang paling popular adalah dari jenis Aloevera Barbadensis Miller. Jenis ini banyak mengandung zat yang dibutuhkan oleh tubuh, seperti asam amino, karbohidrat, lemak, air, vitamin, mineral dan enzim.
Berdasarkan data dari Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Depok di tahun 2010, terdapat 6.226 M2 lahan yang ditanami lidah buaya. Tingkat Produksi tanaman ini 14.568/kg dengan rata-rata produksi 2,34 Kg/M2.
Menurut Widyati Riyandani Plt.Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Depok, tanaman lidah buaya jika dibudidayakan dengan baik, maka tanaman yang tumbuh subur di udara lembab tersebut dapat memberikan keuntungan bagi para petaninya. “ Selain banyak manfaatnya untuk kesehatan, tanaman tersebut juga bisa memberikan pendapatan yang baik bagi petaninya” ungkap Widayati di ruang kerjanya, Rabu (30/3).
Terpisah R.Sutrisna Ketua Kelompok Tani lidah buaya Kelurahan Sukmajaya menjelaskan, pengembangan budidaya tanaman ini dimulai pada tahun 2009. Hal itu didasari bahwa tanaman lidah buaya yang banyak khasiatnya, kurang digali potensinya. Masyarakat hanya mengetahuinya sebagai penyubur rambut.
Beranjak dari hal tersebut, kata Sutrisna, dikembangkanlah budidaya tanaman ini di Kota Depok dan semua hasil olahan. Kerja sama mulai dijalin antara kelompok tani dengan Pusat Sinergi Riset dan Bisnis Universitas Indonesia. Saat itu ada 25 plasma/calon petani Kota Depok yang mencoba membudidayakan tanaman lidah buaya.
“Dengan pelatihan tersebut, sekarang kami bisa memproduksi olahan lidah buaya, berupa minuman segar dalam cup. Meski, masih secara manual dan tradisional” ungkap Sutrisna.
Lidah buaya yang dikembangkan untuk minuman segar tersebut adalah dari jenis Barbadensis. Menurutnya, jenis barbadensis mempunyai tekstur pelepahnya yang keras, berisi dan tebal sehingga menguntungkan bagi industri karena diperoleh daging yang lebih banyak dan pengupasan kulitnya pun akan lebih mudah.
Selain berguna sebagai penyubur rambut, lidah buaya mempunyai kandungan yang dapat berguna sebagai antibiotik, antiseptik, antibakteri, antikanker, antivirus, antijamur, antiinfeksi, antiperadangan, antipembengkakan, antiparkinson, antiaterosklerosis, serta antivirus yang resisten terhadap antibiotik.
Lebih lanjut dikatakannya, dalam pembuatan minuman olahan lidah buaya, diperlukan beberapa tahapan. Pertama, pemilihan tanaman yang berkualitas, daging yang sudah dipisahkan dari kulitnya kemudian dipotong kecil-kecil. Kedua, setelah dicuci bersih alami dan tidak mengandung bahan pengawet apapun. Harga satu cup minuman lidah buaya kami jual di pasaran dua ribu lima ratus rupiah” kata Sutrisna.
Produksi minuman cup lidah buaya produksi Sutrisna mencapai rata-rata 500 duz per bulan. Ia mengakui, bahwa produksinya masih terhambat masalah permodalan dan market atau pemasaran. “Karena modal yang terbatas, kami memasarkan produksi minuman segar lidah buaya di Depok pun masih terbatas” ujarnya.
Ia menilai, Tanaman lidah buaya ini bisa menjadi unggulan lain di Kota Depok. Terbukti, semakin banyak pemesanan dari luar daerah, dan banyak pula daerah lain yang ingin belajar membudidayakan serta mengolah tanaman ini.
Akhirnya, Sutrisna berharap agar Pemkot Kota Depok dapat memberikan dukungan secara maksimal terhadap semua pelaku usaha tanaman lidah buaya agar di masa mendatang Lidah Buaya dapat menjadi salah satu potensi unggulan di Kota Depok.
Aloevera, Potensi Unggulan Lain Kota Depok
Kota Depok identik dengan buah belimbing, karena belimbing dewa telah menjadi ikon kota tersebut. Disisi lain, ada sebuah potensi unggulan Kota Depok yang mempunyai prospek cerah di masa mendatang, yakni Aloevera atau sering disebut lidah buaya.
Tanaman Aloe vera/lidah buaya, umumnya dikenal oleh masyarakat luas hanya sebagai solusi penyubur rambut. Tanaman ini berasal dari daerah kering di benua Afrika. Khasiat tanaman ini sudah dikenal sejak ribuan tahun yang lalu.
Tanaman lidah buaya saat ini sedang dikembangkan di seluruh dunia sebagai tanaman obat dan bahan baku industri. Ada sekitar 200 jenis, tetapi yang paling popular adalah dari jenis Aloevera Barbadensis Miller. Jenis ini banyak mengandung zat yang dibutuhkan oleh tubuh, seperti asam amino, karbohidrat, lemak, air, vitamin, mineral dan enzim.
Berdasarkan data dari Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Depok di tahun 2010, terdapat 6.226 M2 lahan yang ditanami lidah buaya. Tingkat Produksi tanaman ini 14.568/kg dengan rata-rata produksi 2,34 Kg/M2.
Menurut Widyati Riyandani Plt.Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Depok, tanaman lidah buaya jika dibudidayakan dengan baik, maka tanaman yang tumbuh subur di udara lembab tersebut dapat memberikan keuntungan bagi para petaninya. “ Selain banyak manfaatnya untuk kesehatan, tanaman tersebut juga bisa memberikan pendapatan yang baik bagi petaninya” ungkap Widayati di ruang kerjanya, Rabu (30/3).
Terpisah R.Sutrisna Ketua Kelompok Tani lidah buaya Kelurahan Sukmajaya menjelaskan, pengembangan budidaya tanaman ini dimulai pada tahun 2009. Hal itu didasari bahwa tanaman lidah buaya yang banyak khasiatnya, kurang digali potensinya. Masyarakat hanya mengetahuinya sebagai penyubur rambut.
Beranjak dari hal tersebut, kata Sutrisna, dikembangkanlah budidaya tanaman ini di Kota Depok dan semua hasil olahan. Kerja sama mulai dijalin antara kelompok tani dengan Pusat Sinergi Riset dan Bisnis Universitas Indonesia. Saat itu ada 25 plasma/calon petani Kota Depok yang mencoba membudidayakan tanaman lidah buaya.
“Dengan pelatihan tersebut, sekarang kami bisa memproduksi olahan lidah buaya, berupa minuman segar dalam cup. Meski, masih secara manual dan tradisional” ungkap Sutrisna.
Lidah buaya yang dikembangkan untuk minuman segar tersebut adalah dari jenis Barbadensis. Menurutnya, jenis barbadensis mempunyai tekstur pelepahnya yang keras, berisi dan tebal sehingga menguntungkan bagi industri karena diperoleh daging yang lebih banyak dan pengupasan kulitnya pun akan lebih mudah.
Selain berguna sebagai penyubur rambut, lidah buaya mempunyai kandungan yang dapat berguna sebagai antibiotik, antiseptik, antibakteri, antikanker, antivirus, antijamur, antiinfeksi, antiperadangan, antipembengkakan, antiparkinson, antiaterosklerosis, serta antivirus yang resisten terhadap antibiotik.
Lebih lanjut dikatakannya, dalam pembuatan minuman olahan lidah buaya, diperlukan beberapa tahapan. Pertama, pemilihan tanaman yang berkualitas, daging yang sudah dipisahkan dari kulitnya kemudian dipotong kecil-kecil. Kedua, setelah dicuci bersih alami dan tidak mengandung bahan pengawet apapun. Harga satu cup minuman lidah buaya kami jual di pasaran dua ribu lima ratus rupiah” kata Sutrisna.
Produksi minuman cup lidah buaya produksi Sutrisna mencapai rata-rata 500 duz per bulan. Ia mengakui, bahwa produksinya masih terhambat masalah permodalan dan market atau pemasaran. “Karena modal yang terbatas, kami memasarkan produksi minuman segar lidah buaya di Depok pun masih terbatas” ujarnya.
Ia menilai, Tanaman lidah buaya ini bisa menjadi unggulan lain di Kota Depok. Terbukti, semakin banyak pemesanan dari luar daerah, dan banyak pula daerah lain yang ingin belajar membudidayakan serta mengolah tanaman ini.
Akhirnya, Sutrisna berharap agar Pemkot Kota Depok dapat memberikan dukungan secara maksimal terhadap semua pelaku usaha tanaman lidah buaya agar di masa mendatang Lidah Buaya dapat menjadi salah satu potensi unggulan di Kota Depok.
Penilaian Adipura
Sehubungan dengan penilaian Adipura, bersama ini disampaikan hal-hal sebagai berikut :
1.Nilai per kriteria beserta nilai detil yang kurang dari 65
2.Kriteria Penilaian
Berkenaan dengan hal tersebut disampaikan usulan pelaksanaan agar :
1. Camat memusatkan kegiatan kebersihan dan penghijauan di lokasi pertokoan, perumahan, jalan, sungai dan irigasi yang ada di wilayahnya sesui nilai dan kriteria terlampir selain itu menata PKL yang terdapat di lokasi-lokasi terlampir.
2.Dinas Bina Marga dan Sumberdaya Air agar meningkatkan kualitas dan frekuaensi pembersihan di sungai dan irigasi
3.Dinas Kebersihan dan Pertamanan memusatkan pelaksanaan penghijauan dan kebersihan serta frekuensi di jalan jalan terlampir. Selain itu agar membersihkan TPS di St. Depok Lama, St. Depok Baru dan meningkatkan pengelolaan TPA.
4.Dinas Pasar memusatkan pelaksanaan kegiatan kebersihan, penghijauan dan penataan lapak dipasar serta memperbaiki TPS di Pasar Tugu.
5.Dinas Pendidikan agar meningkatkan pengelolaan sampah di SDN Mekarjaya XI serta sekolah-sekolah.
6.Dinas Kesehatan melakukan penanaman pohon/penghijauan di Puskesmas serta merawat bangunan TPS
7.Diskominfo, PKK, OPD dan institusi lainnya di Pemerintah Kota Depok agar dapat mensosialisasikan kriteria dan nilai sehingga kegiatan kebersihan dan penghijauan sesuai prioritas.
Demikian disampaikan atas perhatiannya diucapkan terimakasih.
Kepala Badan Lingkungan Hidup
Drs. Rachmat Subagio, MM
| ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Senin, 21 Maret 2011
dewa sepak bola
dewa sepak bola adalah seseorang yang mampu mejmberikan kemenangan di setiap penampilan nya,,,,
Langganan:
Postingan (Atom)